Minggu, 10 Juni 2012

Mahkluk Venus VS Mahkluk Mars

Pria adalah mahkluk Mars sedangkan Wanita adalah makhluk Venus..ungkapan yang kerap digunakan untuk menggambarkan  betapa berbeda nya dua mahkluk ini.


Perbedaan-perbedaan tersebut kadang mempengaruhi hubungan antara si Pria dan Si wanita.

Seorang wanita harus mengetahui sifat-sifat alami seorang pria begitu juga sebaliknya..


Perbedaan mencolok terkadang terdapat pada keseharian masing-masing gender ambil contoh saja :
- Pria lebih sulit untuk mengendalikan dan mengatur keuangan..hal yang paling umum dan kebanyakan pria lakukan adalah mereka tidak peduli menghabiskan berapa banyak uang untuk membeli gadget dan juga untuk hobi mereka. Sehingga apa yg menjadi kebutuhan wajib akan tercecer kemana-mana..berbeda dengan wanita..makhluk venus ini lebih memperhitungkan sejak awal dan mendahulukan kebutuhan pokok nya dan bisa menahan diri untuk membelanjakan kebutuhan atau hanya sekedar shoping.


- Mahkluk Mars ini juga lebih acuh terhadap kebersihan..hanya peralatan dan produk-produk perawatan tubuh ala kadarnya saja yang mereka miliki..berbeda dengan wanita yang lebih rumit dalam merawat penampilan mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.


- Dan yang terpenting disini mungkin lumayan mengagetkan karena menurut hasil survey Pria lebih tertutup untuk menunjukkan perasaan nya..jadi anda para mahkluk Venus lebih baik bertanya langsung jika anda benar-benar ingin tahu apa yang makhluk mars pikirkan..dari pada berasumsi apapun.

 
 

Jumat, 08 Juni 2012

I am ME !!!

I am perfect in my imperfections...
Happy in my pain...
Strong in my weaknesses...
And beautiful in my own way...
It's me not another person!!!

Gemar berceloteh mungkin berdampak baik..apalagi ketika bertemu teman yang mengerti akan celoteh kita..sering memperhatikan orang disekitar, dari level jalanan sampai level gedung lantai 20 sekalipun..terkadang dengan memperhatikan kesenjangan tersebut muncul pertanyaan siapa diri kita...Who am I?? dan Who are You??

Berceloteh tentang orang lain...wuuuhh apalagiii itu..seperti nya sudah menjadi hobi alami dari penduduk kita..tanpa di asah pun bakat tersebut sudah sangat mendarah daging sampai nempel ke tulang-tulang deehhh...

Terkadang kita ini lucu...kalau berpikir suka memikirkan diri sendiri tapi kalau bicara suka membicarakan orang lain...yaahh itulah manusia selalu memandang kekurangan orang lain tanpa ingin tahu kelebihan nya..
Mungkin sudah hukum alam dan ritme kehidupan terjadi hal-hal demikian..Tapi alangkah lebih baik nya jika suatu kekurangan itu kita pandang menjadi kelebihan seperti itulah Sempurna..:)

Level manusia memang tak pernah setara namun tetap di Mata Sang Pencipta kita semua sama tak ada beda antara Pejabat dan Pembokat..hihi...
Dimanapun posisi kita saat ini tetap lah berkaca pada dua sudut pandang...

Melihat keatas agar kita termotivasi mampu meraih yg lebih baik lagi dari yang kita dapatkan saat ini...
Melihat kebawah agar kita tahu bahwa orang tersukses di dunia pun memulai nya dari titik enol..

Tak perlu menilai kelemahan dan kekurangan orang lain..cukup bersyukur dan menjadi diri sendiri itu lebih sempurna guys..:)

Ucapkan ini setiap membuka mata dari tidur malam mu yang panjang :
Dear God.. Today I woke up..I'm Healty..I'm still breathing and I'm Alive..
Thanks For All God..:)

Minggu, 15 April 2012

Mau Jadi Apa?? Gajah apa Semut ??


Kita bisa tumbuh menjadi gajah. Besar, gagah, kuat, berwibawa. Tapi, kita juga bisa tumbuh menjadi semut. Kecil, ngumpet, lemah tak berdaya.
Bagaimana bisa seseorang tumbuh menjadi gajah atau semut? Masak iya ada orang yang berpeluang untuk menjadi kuat dan besar di satu sisi, namun di sisi lain juga berpotensi untuk menjadi lemah dan kecil?
Ya, setiap saat kita  bisa berada dalam posisi begitu.
Pembedaan seseorang bisa menjadi gajah atau semut hanya terletak pada “seberapa mampu ia memikul masalah dalam hidupnya”.
Jika ia hanya berani menghadapi masalah sebesar semut, maka ia akan menjadi semut. Jika ia gigih menghadapi masalah sebesar gajah, maka ia akan menjadi gajah. Selalu begitu.
Ukuran kekuatan seseorang bukanlah terletak pada kemampuannya menyelesaikan sebuah masalah, tetapi pada kemampuannya menuntaskan masalah besar. Ini yang menjadi poin plus seseorang, yang menyebabkannya berbeda dengan seseorang lainnya.
Dimana letak keistimewaan personalitimu hanya karena kamu telah berhasil bekerja di sebuah kantor, toh nyatanya begitu berjubel orang yang bisa mendapatkan pekerjaan yang sama, hasil yang sama, dan level hidup yang sama.
Tantangan atau masalah yang biasa saja, yang berhasil kamu hadapi, takkan pernah melontarkanmu ke level tinggi dari segi apa pun. Tetapi kamu baru akan benar-benar terdorong ke level tinggi, istimewa, dan khas jika kamu berhasil menghadapi sebuah tantangan atau masalah yang tidak biasa.
“Tidak biasa”,  sesuatu yang besar, tentu dalam ukuran masing-masing.
Maka jika kamu ingin menjadi  besar, gajah, maka kamu kudu dan wajib dan mutlak hukumnya untuk menempuh masalah yang juga  besar, dan gajah. Inilah yang kemudian akan memberikan pembedaan mendasar antara kamu dengan orang lain.
Ahahhh, tentu saja, ada harga yang harus dibayar di situ. Harga yang berupa soal keringat, air mata, kesabaran, ketekunan, hingga kebesaran niat. Menjadi seeekor gajah, jelas kamu harus berkeringat dan gigih untuk memikul bebannya yang besar dan besar. Jika kamu enggan berkeringat dan tak mau gigih, maka kamu takkan pernah menjadi gajah. Kamu akan tetap menjadi dirimu yang semut, kecil, penakut, dan lemah.
Menjadi gajah atau semut dalam hidupmu sama sekali nggak berkaitan dengan kamu keturunan siapa, wanita atau pria, rambut lurus atau kriting, apalagi ditakdirkan oleh Tuhan dan tidak. Sama sekali bukan!
Menjadi gajah sepenuhnya soal mampukah kamu memikul beban seekor gajah, sama persis dengan menjadi semut sepenuhnya soal kemampuanmu untuk memikul beban seekor semut.
Semakin besar tantangan dan masalah yang kamu hadapi, maka kamu akan semakin menjadi besar. Semakin kecil tantangan dan masalah yang kamu hadapi, maka kamu akan semakin menjadi kecil.
Hasil akhirnya?
Tentu tidak akan pernah sama hidup sebagai seekor gajah yang perkasa, gagah, besar, dan mendonggakkan kepala menatap langit dibanding hidup sebagai seekor semut yang harus ngumpet, penakut, dan cemas segera mati terinjak-injak.
So now, kamu mau jadi gajah atau semut?
Pada dirimu, telah bersemayam gajah dan semut itu sekaligus. Ya, telah ada pada dirimu, bukan pada orang lain atau benda lainnya.
Hakikat nya...masalah yang besar diperuntukkan orang2 yang besar pula dengan penyelesaian yang besar dan cara berfikir yang besar dan luas.
Berhasil menyelesaikan masalah ukuran gajah medium sudah sangat great namun harus diingat didepan masih ada gajah jumbo atau big elephant menunggu kita dan siap menjadikan kita the big people.
So, You can do it Bree... B-)

Senin, 26 Maret 2012

Semua Takkan Pernah Sama



Nevermind I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you…
- Adele Song -

Benarkah ada orang yang benar-benar bisa menggantikan posisi orang lain sebelumnya dengan sama persis?
Nggak pernah ada.
Nggak pernah bisa.
Semua takkan pernah sama, semua orang takkan pernah mampu menggantikan posisi orang lain dalam kehidupan seseorang. Bahwa kemudian benar-benar ada seseorang yang menggantikan posisi tersebut, maka orang itu akan berperan sebagaimana dirinya sendiri, dan kalaupun mengambil-alih peran yang pernah diperankan seseorang yang telah tiada itu, maka sungguh caranya berperan takkan pernah sempurna sama.
So…?
Hidup takkan pernah berputar kembali ke masa lalu, kea rah yang telah tertempuh, karena waktu yang membingkai kehidupan hanya mengerti cara melangkah ke depan, bukan mundur ke belakang.
Itulah sebabnya siapa pun yang membiarkan dirinya surut ke belakang, akan tergilas oleh laju kehidupan. Bahkan mereka yang mendiamkan dirinya di satu titik layaknya sebongkah batu, maka ia pun akan tenggelam digerus waktu.
Ya, ya, ya, whatever itu, whoever itu, semua harus terus bergerak ke depan. Meski kadang itu terasa amat sesak, bahkan begitu musykil. Commencons par l’impossible, semua harus dimulai bahkan dari ketakmungkinan.
Tentu saja, dalam keadaan jatuh, betapa amat sulit untuk berdiri, apalagi melangkah maju. Kita selalu saja membutuhkan orang lain untuk membantu kita bisa berdiri kembali, kemudian melangkah maju.
Setaksama apa pun orang yang hadir untuk membantu kita itu saat kita puruk, kita harus yakin bahwa dialah orang yang menghantarkan senampan kehidupan ke dalam jiwa kita. Tentu, dia punya nampan sendiri, kue sendiri, cita rasa sendiri, dan itu tidak adil untuk dibanding-bandingkan dengan orang lain yang telah mencampakkan nampannya dari kehidupan kita.
Semakin kita menciptakan perbandingan antara keduanya, niscaya kita hanya akan kian terjungkal ke ceruk perbedaan yang kian mengiris hati kita. Selain tidak fair, ternyata membanding-bandingkan begitu,  juga sangat menyakiti diri kita sendiri, dan akibatnya, kita takkan pernah kunjung mampu untuk bangkit dan melangkah.
Hidup tidak untuk diratapi, ditangisi, atau dicaci atas ketakadilannya pada diri kita. Sebengis apa pun kita menangis dan menghujatnya, hidup akan terus melambai menjauh.
Bukankah keluhan macam ini sama persis dengan betapa teganya kehidupan liar di Antartika sana membiarkan seekor anak penguin diterkam sedemikian barbarnya oleh seekor anjing laut?
Semua kita sedang membangun dan menjelankan skenario hidup yang kita ciptakan. Saat kita menangis dan mencaci hidup, semua itu hanya semata lantaran kita belum memahami bagaimana sepatutnya kita menempatkan diri di hadapan skenario besar kehidupan itu. Sejurus kemudian, saat akal sehat kita bangkit, kita pun mulai menyeka air mata dan menggerakkan kaki untuk mengais-ngais serpihan waktu untuk kita jadikan pijakan melangkah.
Kendati sungguh semua takkan pernah sama seiring dengan perginya seseorang dari kehidupan kita, siapa pun dia, berperan apa pun dia, seintim apa pun  dia, pastikan bahwa dia pergi untuk membangun skenario hidupnya sendiri, yang tak sama dengan  skenario hidup kita, yang untuk kemudian akan tampil sosok baru yang mengisi skenario hidup kita.


Rabu, 18 Januari 2012

Jalan Menuju Langit




Terbangun dari mimpi malam tadi, mata terbuka mengikuti alur kehidupan yang selalu berulang-ulang setiap pagi, mengabaikan segala provokasi, melanjutkan perannya dalam fungsi sebagai visualisasi alam raya terhadap otak manusia. Sadar hari ini bukanlah hari kemarin, waktu demi waktu, detik demi detik yang kita lalui sudah akan berakhir, tinggal sedikit saja yang tersisa dari perjalanan panjang dari masa lalu.

Sepertinya tujuh hari tidaklah cukup mendampingi kita selama satu minggu, mengigat banyaknya hal akan kita ukirkan sebagai sebuah kenangan, yang justru mulai terasa saat mendekati ujung waktu kita disini. Mungkin selama aku masih berdiri diatas bumi, nada-nadamu akan selalu terdengar di setiap langkahku, tertahan oleh dominasi waktu, tapi tetap melaju. Ada satu hari ini yang mungkin kulihat segalanya akan berubah, semua sepertinya telah membangun pondasi dan arah jalannya menuju cahaya.

Jika kita masih bisa bernafas tenang hari ini, jika masih bisa kita teriakkan semua mimpi, jika masih bisa kaki dan tanganmu bergerak saling melengkapi, masih ada satu hari baru untuk mimpi yang masih tersimpan disini. Kau hanya perlu berjalan tanpa berhenti, tanpa takut menembus batas, lanjutkan sampai langit, lanjutkan sampai kau dan aku bisa bersatu kembali dengan senyum indah terukir di masa depan.


Rabu, 04 Januari 2012

= Sakitnya Sebuah Perpisahan =

Setiap yang namanya perpisahan selalulah meninggalkan luka..baik dengan orang tua kita yang telah dipanggil Nya, atau dengan keluarga dan sahabat lainnya..dan tentunya bagi ababil2 urusan cinta dengan kekasih juga akan meninggalkan perih dan luka jika menemui kegagalan.


Tuhan telah menggariskan demikian..pertemuan selalu diiringi dengan perpisahan..dan kesenangan selalu dibarengi kesedihan..sudah hukum alam seperti itu..


Seperti yang sudah-sudah hidup adalah sebuah alur..betapa senangnya kita saat dipertemukan dengan orang-orang yang mengisi hari-hari kita..baik itu keluarga, sodara, sahabat, pacar dan orang-orang yang hanya singgah dihidup kita sebentar namun memberi warna dalam hidup kita..namun layaknya sebuah alur semua itu berputar..kegembiraan berubah menjadi kesedihan..bertemu dalam suka dan berpisah dalam duka..dan keadaan itu selalu dan akan selalu berputar sampai pada di suatu titik akan berhenti yaahhh pada saat kita mati..
apa yang bisa kita lakukan untuk melawan garis alam tersebut??


Nothing..!!!


Sebagaimana manusia yang awam tentunya yang kita mau adalah hidup yang penuh dengan kegembiraan, tak pernah ada kesedihan yang singgah..rasa untuk menampik perpisahan ataupun kesedihan yang kita alami dan yang akan kita alami selalu bergejolak didalam hati kita..tapi tak ada yang bisa kita lakukan memangnya kita mau membujuk Tuhan dengan janji-janji kita agar dijauhkan dari kesedihan?? tak akan pernah terjadi seperti itu..yang bisa kita lakukan adalah  melewati semua itu dengan hati yang sabar dan menjalani dengan sebaik-baiknya..


Setelah semua itu terjadi yang muncul dalam diri kita hanya lah memori dan kenangan akan peristiwa atau kejadian dalam alur itu..inilah satu-satu nya yang kita punya dan terbingkai dalam otak kita..layaknya sebuah dejavu suatu saat memori kita akan kembali dan serasa kita berada diwaktu kejadian itu..padahal dengan keterbatasan kita sebagai manusia gak terpungkiri bahwa memori itu pernah hilang dalam ingatan kita..


Perpisahan memang perih..menyisakan rasa sakit..menghasilkan getih..dan meninggalkan luka..yaahh luka..luka bisa berbekas juga bisa tanpa bekas..namun apapun itu, sedalam apapun kita mengubur dan menutup luka itu pasti sedikit banyak akan meninggalkan goresan tebal dan tipis dalam hati dan jiwa kita..


Mungkin tak ada obat penyembuh yang mujarab selain WAKTU..heeemmm banyak bahkan hampir semua orang didunia ini tak dapat menjawab apa obat sakit hati itu..jawaban simple lah yang mereka berikan seiring berjalannya waktu pasti semua akan terlewati..waktu adalah penyembuh luka paling ampuh didunia ini..meskipun sangat berat saat melewatinya..Tak heran jika Tuhan selalu menyebut di Ayat2 nya "Demi Waktu" karena memang waktu tak dapat diputar dan di ulang, waktu tak bisa kembali tapi waktu lah sahabat sejati kita, waktu lah yang selalu setia pada kita..


Hidup ini terlalu singkat,,namun terkadang kita tidak memanfaatkan waktu yang ada saat bersama orang-orang terkasih kita..kita selalu bersedih saat dihadapkan pada perpisahan namun kita berusaha untuk membesarkan hati kita dengan mengatakan bahwa di lain hari kita bisa berjumpa kembali...padahal tak seorang pun yang tau sampai kapan organ tubuh kita bisa berfungsi dengan baik..sering kita terlalu meremehkan kesempatan-kesempatan langka yang kita punya dan tak menggunakannya dengan baik..terlalu banyak hal-hal sepele yang kita kejar tanpa kita sadari hal-hal tersebut lambat laun akan meninggalkan kita atau kita yang akan melepaskannya..


Pahamilah waktu yang ada karna milikmu hanya hari ini,,punya mu hanya waktu ini, hanya saat ini dan hanya masa ini..terlalu bodoh bagi kita jika kita tak menggunankan detik ini untuk bertindak dan move on..^^

Selasa, 03 Januari 2012

# Awal Pertama #

Kegiatan monoton seperti biasa di awal pertama membuat ku sedikit eneg..hooossshhh...
Penat...Suntuk..Bosen..kata2 itu yang berputar diotak ku..haduh apa gara2 perut belum keisi apa emang suasananya nyebelin sih..


Kantor,,kerjaan,,,sepiiiiiiiiiii mirip kuburan..Yaa Tuhan ak penat dengan keadaan ini..sampai kapan bertahan dengan kondisi ini..


Semua paham harus dijalani dan disyukuri apapun itu pasti akan terasa ringan demikian juga aku..yaahhh nrimo ing pandum..heemm 


Kebanyakan kata tapi,,mulai tahun ini kata tapi harus di coret..:)


Tapi...tapi...tapi...tapi...


Harapan tetaplah harapan untuk menjadi yang lebih baik,,sudah pasti dan selalu ada dibenak setiap orang..tak terkecuali benak dalam jari-jariku ini.. ^^